|
|
Tugas
1.
Beberapa orang berpendapat bahwa akuntan
seharusnya memusatkan perhatian hanya pada Lap. Keuangan dan memberikan urusan
desain serta persiapan laporan manajerial pada spesialis sistem informasi. Apa
sajakah kelebihan dan kelemahan pendapat ini ? Sejauh manakah akuntan
seharusnya terlibat dalam pembuatan laporan yang melibatkan berbagai hal di
luar ukuran keuangan, yang dipergunakan untuk mengukur kinerja ? mengapa
demikian ?
2.
Mengenai
“Shauna Washington”. Deskripsikan beberapa informasi yg dapat disediakan oleh
SIA yg didesain dengan baik untuk perusahaan ini, dan jika SIA tersebut
disediakan tepat waktu akan dapat menghindari beberapa masalah diatas.
Jawaban
1.
Kelebihan :
·
lebih
mengetahui segala informasi tentang transaksi yang terjadi.
·
Menjadi
ujung tombak di dalam sebuah perusahaan.
·
Memiliki
kemampuan dalam ilmu matematika dan ekonomi yang baik.
Kelemahan :
·
Tugas yang
ditanggung sangat berat, karena sangat mempengaruhi kinerja sebuah perusahaan.
Sebagai contoh,
inovasi adalah salah satu kebutuhan penting bagi perkembangan berkelanjutan
dalam jangka panjang. Salah satu cara perusahaan mengukur keberhasilan inovasi
adalah dengan melacak dan melaporkan persentase pendapatan penjualan yang
dihasilkan produk baru tersebut. Akan tetapi, beberapa data yang penting harus
dikumpulkan dari sumber-sumber eksternal. Hal tersebut hanya memberikan
informasi tentang seberapa baik perusahaan memenuhi tujuannya sendiri dalam hal
pelayanan ke pelanggan. Informasi tentang apakah perusahaan telah memenuhi
kebutuhan dan harapan pelanggannya juga diperlukan. Satu-satunya cara untuk
mengetahui hal ini adalah bertanya secara langsung ke pelanggan.
Shauna Washington yang mencoba peruntungan pada bidang
penjualan menggantungkan nasibnya pada perlengkapan seni yang dimilikinya dan
melakukan home schooling atau private. Seiring berjalannya waktu, usaha yang
digeluti Shauna berjalan lancar bahkan meningkat 3kali lipat pada periode 5
tahun pertama. Akan tetapi, laba yang diperoleh oleh Shauna tidak meningkat
seperti penjualannya. Sebagai uang tambahan, Shauna meminjam uang dalam jumlah
besar untuk membangun sebuah gudang. Biaya persediaan dan operasional yang
digunakan untuk gedung tersebut lebih tinggi dari perkiraanya. Tagihan bulanan
atas peminjamannya terus memberatkan perusahaannya. Kemudian masalah tersebut
menimbulkan masalah baru, yaitu Arus kas yang sangat berat. Apabila perusahaan
tidak melakukan tindakan dengan cepat maka perusahaan akan dengan sangat
terpaksa harus mengumumkan kebangkrutannya.
Biaya persediaan dan operasional
perusahaan digudang tersebut, lebih tinggi dari yang diperkirakan. Pembayaran
bulananan atas pinjaman juga terbukti memberatkan perusahaan. Akhir-akhir ini,
jumlah rekening yang melewati tanggal jatuh tempo juga meningkat secara
dramatis. Masalah-masalah tersebut telah menimbulkan masalah arus kas yang
sangat berat. Apabila situasi arus kas perusahaan tidak membaik dengan cepat,
perusahaan tersebut mungkin harus mengumumkan kebangkrutannya, walaupun penjualan
terus meningkat.
Sumber : Referensi buku Accounting Information Systems, Buku 1, Marshall B.
Romney, Paul John Steinbart, Penerbit Salemba Empat.
TUGAS
PENULISAN
SISTEM
INFORMASI AKUTANSI
DOSEN : FENY
TEMA : SISTEM
INFORMASI AKUTANSI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2012-2013
KATA
PENGANTAR
Puji sanjung dan syukur kami sampaikan pada Sumber dari segala Ilmu
Pengetahuan, Sang Maha Kuasa Allah SWT, yang telah memberikana kami
nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga dapat menyelesaikan makalah dalam
bentuk yang sangat sederhana ini. Tak lupa shawalat serta salam kami curahkan
pada Baginda Besar yang telah menyebarkan agama Islam yang sudah terbukti
kebenaranya dan semakin terbukti kebenarannya Rasulullah Muhammad SAW.
Kami menyadari bahwa penuliasan SISTEM INFORMASI AKUTANSI ) ini
masih jauh dari tingkat kempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik
dan saran yang dapat membangun dimasa yang akan datang. Kami juga sangat
berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami, baik dalam segi
motivasi, penulisan, dan output dari penyelesaian makalah ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas amal yang telah diberikan
kepada kami dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan
masyarakat pada umumnya. Amiin
BEKASI ,1 OKTOBER 2012
BRIAN
PRATAMA
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Informasi merupakan obyek atau data
apapun yang bisa digunakan oleh
pengguna informasi untuk mencapai tujuan
tertentu sesuai dengan yang diinginkan.
Informasi diperoleh dari sumber-sumber
informasi yang terdapat dimana saja kita
jumpai. Dalam segala aspek kehidupan
manusia selalu tidak bisa terpisah dari
informasi, baik informasi yang sifatnya
individual maupun informasi yang bersifat
umum atau general. Dalam kenyataanya
manusia selalu membutuhkan informasi
untuk melakukan aktifitas apapun dan
dimanapun, informasi yang dibutuhkan bisa
berupa lisan maupun tulisan bahkan
Visual dan audio visual. Dari waktu ke waktu
informasi mengalami perkembangan yang
sangat cepat seiring dengan
perkembangan ilmu teknologi informasi,
dengan berkembangya teknologi informasi
maka para pengguna informasi semakin
mudah memperoleh informasi sesuai dengan
kebutuhan, namun perkembangan tersebut
harus di imbangi dengan perkembangan
sumber daya manusia dan didukung dengan
media atau sarana informasi yang
memadai.
BAB 1
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani
segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya
adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah
organisasi antara lain :
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses
pengambilan keputusan.
Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan
yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas,
pengembalian pajak.
Sistem pelaporan manajemen
yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan
khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti
anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen memproses berbagai transaksi non-keuangan yang tidak
bisa diproses oleh SIA biasa.
Cara Kerja
Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan
sebagai berikut :
Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi
organisasi?
Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat
menggunakan untuk menjalankan organisasi?
Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
Manfaat
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan
aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
Meningkatkan efisiensi
Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
Meningkatkan sharing knowledge
menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
peran akuntansi bagi pihak menejemen
Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
bagi pihak manajemen mempunyai fungsi menyediakan informasi yang berguna dalam
hal pengambilan keputusan. Informasi yang disediakan SIA mempunyai dua kategori
yaitu laporan keuangan dan laporan manajerial.
Bagi pihak luar perusahaan, laporan keuangan digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Misalnya saja dalam pengambilan
keputusan mengenai pemberian kredit dan investasi dalam sebuah organisasi atau
perusahaan. Laporan manajerial terdiri dari dua jenis yaitu laporan anggaran
dan kinerja. Anggaran adalah alat perencanaan keuangan, sedangkan laporan
kinerja digunakan untuk pengendalian keuangan.
Dampak/Implikasi Dari Laporan
Anggaran dan Laporan Kinerja TerhadapPerilaku.
Setiap pengukuran akan mempengaruhi perilaku, dalam bisnis hal ini berarti
karyawan cenderung memusatkan usaha mereka terutama pada tugas-tugas yang
diukur dan dievaluasi. Hal tersebut dapat berarti baik atau buruk tergantung
pada sifat dasar hubungan antar perilaku yang diukur dengan tujuan umum
perusahaan. Contoh konkritnya: sebuah perusahaan atau organisasi yang bergerak
di bidang perdagangan, bagian customer service mendapat tugas untuk mengatasi
keluhan pelanggan. Organisasi ingin memuaskan pelanggannya sebaik mungkin
dengan biaya serendah mungkin. Apabila customer service dievaluasi hanya
berdasar jumlah keluhan yang diselasaikan per unit jam maka ada dua masalah
yang mungkin muncul. Customer service akan memusatkan perhatian untuk mengatasi
keluhan secepat mungkin dengan tetap mendukung toko, tetapi mereka akan
menjauhkan beberapa pelanggan dalam proses ini.
Atau customer service dapat menyerahkan toko hanya untuk menyenangkan setiap
pelanggan yang memiliki keluhan. Anggaran seringkali dapat menimbulkan perilaku
disfungsional. Contohnya: sebuah organisasi/perusahaan mempunyai suatu anggaran
tidak memperhitungkan semua dana yang dibutuhkan untuk membeli mesin yang
dibutuhkan untuk memenuhi tujuan kinerja, maka manajer mencoba menyewa mesin
tersebut. Solusi ini memungkinkan mereka untuk memenuhi target kinerja mereka
dan masih berada dalam batas anggaran, tetapi situasi dapat berakhir dengan
membebani perusahaan untuk membayar lebih daripada jika perusahaan membeli
mesin tersebut. Bahkan proses penganggaran itu dapat menjadi disfungsional.
Manajemen dapat mencurahkan berbagai usaha untuk menekan angka yaitu mencoba
membuat angka-angka dalam anggaran menjadi seperti yang diinginkan, bukan
memusatkan perhatian tentang cara untuk mencapai misi dan tujuan organisasi.
Cara Menghindari Perilaku Disfungsi
Dalam Penganggaran
Ada beberapa cara untuk menghindari
perilaku disfungsi dalam penganggaran yaitu antara lain:
Pertama, menjelaskan bahwa tujuan anggaran adalah untuk mengidentifikasi dan
menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dengan
seefisien mungkin.
Kedua, memulai proses anggaran dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan yang dapat
diukur.
Ketiga, meminta setiap manajer untuk membangun beberapa strategi alternatif
untuk mencapai tujuan tersebut. Pada tahap ini tidak ada data tentang biaya
yang dilibatkan. Perhatian harus dipusatkan hanya pada usaha mengidentifikasi
metode-metode alternative untuk mencapai tujuan.
Keempat, departemen akuntansi, bukan para manajer departemen adalah pihak yang
seharusnya menentukan biaya dari tiap alternatif strategi. Hal ini akan menjaga
tiap manajer untuk tetap fokus pada cara bagaimana tujuan dan strategi mereka
tersebut dapat berhubungan dengan tujuan dan strategi organisasi, bukan
melakukan permainan untuk membuat angka anggaran menjadi benar.
Kelima, para manajer departemen harus meninjau kembali angka-angka dalam
anggaran yang dipersiapkan oleh depaerteman akuntansi. Setiap manajer harus
didorong untuk membuat strategi alternatif yang dapat lebih efisien meraih
tujuan tiap unit. Langkah keempat dan kelima dilakukan berulang-ulang hingga
para manajer puas dengan anggarannya
peran akuntansi terhadapa perusahaan
Evolusi dalam informasi dan
komunikasi telah mendorong kemajuan dalam teknologi. Kompetisi dunia usaha
semakin ketat, selalu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dengan
melakukan perbaikan strategi dan operasi perusahaan. Informasi akuntansi
menjadi salah satu unsur dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan.
Kemampuan menjalankan bisnis tanpa diikuti dengan penerapan sistem informasi
akuntansi yang tepat akan membuat perusahaan mengalami masalah dikemudian hari
seiring dengan berkembangnya bisnis mereka.
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani
segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Peran penting SIA pada sebuah
organisasi antara lain, mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan
transaksi. Selain itu, SIA juga dapat memproses data menjadi informasi yang
dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan dan juga melakukan kontrol
secara tepat terhadap aset organisasi agar pelaku bisnis dapat menerapkan
strategi yang tepat dalam perusahaannya dan dapat bersaing dengan persahaan
lain.
Informasi Akuntansi memiliki arti penting bagi manajemen untuk pengambilan
keputusan. Walaupun demikian, sistem informasi akuntansi yang berlaku di
Indonesia sekarang masih didominasi oleh konsep-konsep akuntansi keuangan yang
lebih diarahkan untuk menyajikan informasi pertanggungjawaban keuangan oleh manajemen
kepada pihak luar perusahaan. Dengan demikian, sistem informasi akuntansi
manajemen belum berperan dalam menyediakan informasi keuangan bagi manajemen
untuk merencanakan dan mengendalikan alokasi berbagai sumber daya dalam
perusahaan.
Dalam SIA dan efektivitas struktur pengendalian intern terdapat suatu hubungan
yang timbal balik dimana struktur pengendalian intern tidak mungkin berjalan
tanpa adanya sarana atau alat untuk menjalankannya, yaitu sistem informasi
akuntansi. Sedangkan SIA dikatakan memuaskan apabila didalamnya terdapat
efektivitas pengendalian intern.
Keberhasilan suatu sistem informasi akuntansi ditentukan oleh kualitas
informasinya. Untuk itu perlu adanya sistem yang baik untuk menghasilkan
informasi yang biasa digunakan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan. Dan
biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pengoperasian sistem tersebut
diharapkan mempunyai nilai manfaat bagi perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
sumber : http://ol9ina.blogspot.com/2010/09/sistem-informasi-akuntansi.html
Bonar,
H.G, Hopwood W.S & Abadi A, 2000, Sistem Informasi Akuntansi, Salemba
Empat,
Indonesia
Jogiyanto,
HM, MBA, Akt., Ph.D., 2003, Sistem Teknologi Informasi, Andi, Yogyakarta
McLeod, R.,
Jr.,1995, Sistem Informasi Manajemen, PT Prenhallindo, Jakarta
Pengertian Strategi
Strategi berasal dari bahasa Yunani
strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang
panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Karl von Clausewitz
(1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan
pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri
merupakan kelanjutan dari politik.
Dalam pengertian umum, strategi
adalah cara untuk mendapat-kan kemenangan atau pencapaian tujuan. Dengan
demikian, strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang
militer, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan.
Politik dan Strategi Nasional
Politik nasional diartikan sebagai
kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan
tujuan nasional. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas, haluan,
usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan,
pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk
mencapai tujuan nasional. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan
politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik
nasional.
Dasar Pemikiran Penyusunan Politik
dan Strategi Nasional
Penyusunan politik dan strategi
nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem
manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan
Nusantara, dan Ketahanan Nasional.
1. Dalam perkembangannya istilah
strategi condong ke militer sehingga ada tiga pengertian strategi :
a. Strategi militer yang sering disebut sebagai strategi murni yaitu penggunaan
kekauatan militer untuk tujuan perang militer
b. Strategi besar (grand strategy) yaitu suatu strategi yang mencakup strategi
militer dan strategi nonmiliter sebagai usaha dalam pencapaian tujuan perang
c. Strategi nasional yaitu strategi yang mencakup strategi besar dan di
orientasikan pada upaya optimlaisasi pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan
bangsa
2. Indonesia menuangkan politik nasionalnya dalam bentuk GBHN karena GBHN yang
merupakan kepanjangan dari Garis-garis Besar Haluan Negara adalah haluan negara
tentang penyelenggaraan negara dalam garis-garis besar sebagai pernyataan
kehendak rakyat secara menyeluruh dan terpadu di tetapkan oleh MPR untuk lima
tahun guna mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.
3. Agar perencanaan pelaksanaan
politik dan strategi dapat berjalan dengan baik maka harus dirumuskan dan
dilakukan pemikiran-pemikiran strategis yang akan digunakan. Pemikiran
strategis adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi
perkembangan keadaan lingkungan yang dapat mempengaruhi bahkan mengganggu
pelaksanaan strategi nasional, umumnya dilakukan Telaah Strategi atau suatu
kajian terhadap pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan dengan selalu
memperhatikan berbagai kecenderungan. Juga dilakukan Perkiraan Strategi yaitu
suatu analisis terhadap berbagai kemungkinan perkembangan keadaan dan
lingkungan, pengembangan sasaran alternatif, cara bertindak yang ditempuh,
analisis kemampuanh yang dimiliki dan pengaruhnya, serta batas waktu berlakunya
penilaian terhadap pelaksanaan strategi.
4. Wawasan strategi harus mengacu
pada tiga hal penting, di antaranya adalah :
Melihat jauh ke depan; pencapaian kondisi yang lebih baik di masa mendatang.
Itulah alasan mengapa kita harus mampu mendahului dan mengestimasi permasalahan
yang akan timbul, mampu membuat desain yang tepat, dan menggunakan teknologi
masa depan
Terpadu komprehensif integral; strategi dijadikan kajian dari konsep yang
mencakup permasalahan yang memerlukan pemecahan secara utuh menyeluruh. Gran
strategy dilaksanakan melalui bidang ilmu politik, sosial budaya, pertahanan
dan keamanan, baik lintas sektor maupun lintas disiplin
Memperhatikan dimensi ruang dan waktu; pendekatan ruang dilakukan karena
strategi akan berhasil bila didukung oleh lingkungan sosial budaya dimana
strategi dan manajemen tersebut di operasionalkan, sedangkan pendekatan waktu
sangat fluktuatif terhadap perubahan dan ketidakpastian kondisi yang berkembang
sehingga strategi tersebut dapat bersifat temporer dan kontemporer
5. Dalam ketatanegaraan Indonesia,
unsur-unsur uatama sistem keamanan nasional adalah sebagai berikut :
Negara sebagai organisasi kekuasaan yang mempunyai hak dan peranan terhadap
pemilikan, pengaturan, dan pelayanan yang diperlukan dalam rangka mewujudkan
cita-cita bangsa
Bangsa Indonesia sebagai pemilik negara berperan untuk menentukan sistem nilai
dan arah/ kebijaksanaan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi
penyelenggaraan fungsi-fungsi negara
Pemerintah sebagai unsur manajer atau penguasa berperan dalam penyelenggaraan
fungsi-fungsi pemerintahan umum dan pembangunan ke arah cita-cita bangsa dan
kelangsungan serta pertumbuhan negara
Masyarakat sebagai unsur penunjang dan pemakai berperan sebagai kontributor,
penerima, dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi
pemerintahan
Dilihat secara strukutural, unsur-unsur utama sistem keamanan nasional tersusun
atas empat tatanan yaitu : tata kehidupan masyarakat (TKM), tata politik
nasional (TPN), tata administrasi negara (TAN), dan tata laksana pemerintahan
(TLP). TKM dan TPN merupakan tatanan luar (outer setting), sedangkan TAN dan
TLP merupakan tatanan dalam (inner setting) dari sistem keamanan nasional.
Secara proses, sistem keamanan nasional berpusat pada suatu rangkaian tata
pengambilan keputusan berwenang (TPKB) yang terjadi pada tatanan dalam (TAN dan
TLP). Untuk penyelenggaraan TPKB diperlukan proses arus masuk yang dimulai dari
TKM lewat TPN. Aspirasi dari TKM yang berintikan kepentingan rakyat dapat
berasal dari rakyat (individu/ormas), parpol, kelompok penekan, organisasi
kepentingan, dan pers. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai
keputusan yang tehimpun dalam proses arus keluar berupa berbagai kebijakan yang
dituangkan ke dalam berbagai bentuk peraturan perundngan sesuai dengan sifat
permasalahan dan klasifikasi kebijakan serta instansi atau pejabat yang
mengeluarkan, selanjutnya di salurkan ke TPN dan TKM.
6. Mekanisme penyususunan politik
dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden/
Mandatris MPR. Dalam melaksanakan tugasnya Presiden dibantu oleh lembaga-lembaga
tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinatif,
seperti Dewan Stabilitas Ekonomi, Dewan Pertahanan Keamanan Nasional,dll.
Selanjutnya proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat ini
dilakukan setelah presiden menerima GBHN, kemudian menyusun program kabinet dan
memilih para menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. Program
kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang
digariskan oleh presiden. Jika politik nasional ditetapkan oleh
Presiden/Mandataris MPR, maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri
dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen sesuai dengan bidangnya atas
petunjuk presiden.
Di tingkat infrastruktur, penyusunan politik dan strategi nasional merupakan
sasaran yang hendak dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan
strategi nasional yang meliputi bidang hukum, politik, sosial budaya, dan
pertahanan keamanan. Sesuai dengan kebijakan politik nasional, maka
penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan
pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan apa yang
menjadi keinginan rakyat Indonesia sebagai sasaran sektoralnya. Peranan
masyarakat dalam turut mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang
telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh Presiden/Mandataris
sangat besar.
7. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999
sebagai salah satu wujud politik dan strategi nasional, telah memberikan dua
bentuk otonomi kepada dua daerah, yaitu otonomi luas kepada daerah
kabupaten/kota, dan otonomi terbatas kepada daerah provinsi. Sebagai
konsekuensinya, maka kewenangan pemerintah pusat dibatasi. Lahirnya UU Nomor 22
Tahun 1999 secara legal formal menggantikan dua UU sebelumnya, yaitu UU Nomor 5
Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Di Daerah dan UU Nomor 5 tahun 1979
tentang Pemerintahan Desa.
8. Sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun
1999 bahwa perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan
desentralisasi fiskal mengandung pengertian bahwa kepada daerah diberikan
kewenangan untuk memanfaatkan sumber keuangan sendiri dan didukung dengan
perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Kebijakan perimbangan keuangan
antara pusat dan daerah dilakukan dengan mengikuti pembagian kewenangan atau
money follows function. Hal ini berarti bahwa hubungan keuangan antara pusat
dan daerah perlu diberikan pengaturan sedemikian rupa sehingga kebutuhan
pengeluaran yang akan menjadi tanggung jawab daerah dapat dibiayai dari
sumber-sumber penerimaan yang ada.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, maka pengaturan pembiayaan daerah dilakukan
berdasarkan asas penyelenggaraan pemerintahan. Pembiayaan penyelenggaraan
pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas beban APBD;
pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan asas
dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN; pembiayaan penyelenggaraan
pemerintahan dalam rangka tugas pembantuan dilakukan atas beban anggaran
tingkat pemerintahan yang menugaskan.
Istilah politik berasal dari kata
Polis (bahasa Yunani) yang artinya Negara Kota. Dari kata polis dihasilkan
kata-kata, seperti: 1. Politeia artinya segala hal ihwal mengenai Negara. 2.
Polites artinya warga Negara. 3. Politikus artinya ahli Negara atau orang yang
paham tentang Negara atau negarawan. 4. Politicia artinya pemerintahan Negara.
Secara umum dapat dikatakan bahwa politik adalah kegiatan dalam suatu system
politik atau Negara yang menyangkut proses penentuan tujuan dari system
tersebut dan bagaimana melaksanakan tujuannya. Negara adalah suatu organisasi
dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati
oleh rakyatnya. Kekuasaan yaitu kemampuan sesorang atau suatu kelompok untuk
mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok sesuai dengan keinginan dari
pelaku. Pembagian atau alokasi adalah pembagian dan penjatahan nilai-nilai
dalam masyarakat. Jadi, politik merupakan pembagian dan penjatahan nilai-nilai
secara mengikat. Sistem pilitik suatu Negara selalu meliputi 2 suasana
kehidupan. Yaitu: a. Suasana kehidupan politik suatu pemerintah (the
Govermental political sphere) b. Suasana kehidupan politik rakyat (the
sociopolitical sphere) Suasana kehidupan politik pemerintah dikenal dengan
istilah suprastruktur politik, yaitu bangunan “atas” suatu politik. Pada
suprastruktur poliyik terdapat lembaga-lembaga Negara yang mempunyai peranan
penting dalam proses kehidupan politik (pemerintah). Suasana kehidupan politik
pemerintahan ini umumnya dapat diketehuai dalam UUD atau konstitusi Negara yang
bersangkutan. Suprastruktur politik Negara Indonesia meliputi MPR, DPR, Presiden,
MA, BPK, danDPA. Suasana kehidupan politik rakyat dikenal istilah
“Infrastruktur politik” yaitu bangunan bawah suatu kehidupan politik, yakni
hal-hal yang bersangkut paut dengan pengelompokan warga Negara atau anggota
masyarakat ke dalam berbagai macam golongan yang biasa disebut sebagai kekuatan
sosial politik dalam masyarakat. Infrastruktur politik mempunyai 5 unsur
diantaranya: 1. Partai politik 2. Kelompok kepentingan 3. Kelompok penekan 4.
Alat komunikasi politik 5. Tokoh politik. Dalam perspektif sistem, sistem
politik adalah subsistem dari sistem sosial. Perspektif atau pendekatan sistem
melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang
relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara
elemen-elemen pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa
dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang
ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau
institusi pembentuk sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara
sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan
partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu
sistem politik. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat
sebagai kebudayaan politik, lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik.
Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke
dalam sistem politik, yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran
(output). Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun
tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan
pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan
kesejahteraan bagi rakyat. Dalam perspektif ini, maka efektifitas sistem
politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Namun
dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik
diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah.
Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem
politik yang otoriter. Adaptasi + Integrasi 1. Adaptasi adalah, pertama-tama,
proses, dan bukan bagian fisik dari tubuh [7] Perbedaan dapat dilihat dalam
parasit internal (seperti kebetulan), dimana struktur tubuh sangat sederhana,
tapi tetap organisme. Yang sangat beradaptasi dengan lingkungan yang tidak
biasa. Dari sini kita melihat adaptasi yang tidak hanya masalah sifat terlihat:
dalam parasit seperti adaptasi kritis terjadi dalam siklus-hidup, yang sering
cukup rumit [8] Namun, sebagai istilah praktis, adaptasi sering digunakan
untuk. produk: fitur-fitur dari spesies yang hasil dari proses tersebut. Banyak
aspek dari hewan atau tanaman dapat benar adaptasi disebut, meskipun selalu ada
beberapa fitur yang fungsinya diragukan. Dengan menggunakan istilah adaptasi
untuk proses evolusi, dan sifat adaptif untuk bagian tubuh atau fungsi
(produk), dua indera kata mungkin dibedakan. Adaptasi adalah salah satu dari
dua proses utama yang menjelaskan beragam spesies yang kita lihat dalam
biologi, seperti berbagai jenis kutilang Darwin. Yang lainnya adalah spesiasi
(spesies-membelah atau cladogenesis), yang disebabkan oleh isolasi geografis
atau mekanisme lain. [9] [10] Sebuah contoh favorit digunakan sekarang untuk
mempelajari saling adaptasi dan spesiasi adalah evolusi ikan cichlid di danau
Afrika, mana pertanyaan isolasi reproduksi jauh lebih kompleks. [11] [12]
Adaptasi tidak selalu merupakan hal yang sederhana, di mana fenotip berkembang
yang ideal untuk lingkungan eksternal yang diberikan. organisme harus layak
pada semua tahap perkembangan dan pada semua tahap dari evolusi. Hal ini
menempatkan kendala pada evolusi pembangunan, perilaku dan struktur organisme. Kendala
utama, di mana ada banyak perdebatan, adalah persyaratan bahwa setiap perubahan
genetik dan fenotipik selama evolusi harus relatif kecil, karena sistem
pembangunan sangat kompleks dan saling terkait. Namun, tidak jelas apa yang
"relatif kecil" seharusnya berarti, untuk poliploidi misalnya di
tanaman adalah perubahan cukup umum genetik yang besar [13] Asal usul simbiosis
dari beberapa mikro-organisme untuk membentuk sebuah eukaryota. Merupakan
contoh yang lebih eksotis. Kata strategi berasal dari bahasa Yunani
"strategia" yang diartikan sebagai "the art of the general"
atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Dalam
pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau mecapai
tujuan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan
mengembangkan kekuatan (ideologi, politik, ekonomi,sosial-budaya dan hankam)
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berikut ini adalah
pengertian dan definisi strategi: KARL VON CLAUSEWITZ Strategi adalah
pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan.
Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik A. HALIM
Strategi adalah suatu cara dimana organisasi / lembaga akan mencapai tujuannya,
sesuai dengan peluang - peluang dan ancaman - ancaman lingkungan eksternal yang
dihadapi, serta sumber daya dan kemampuan internal KAPLAN & NORTON Strategi
adalah seperangkat hipotesis dalam model hubungan cause dan effect, yaitu suatu
hubungan yang dapat diekspresikan melalui kaitan antara pernyataan if-then.
STEPHANIE K. MARRUS Strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan
rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang
organisasi, diserta penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan
tersebut dapat dicapai HAMEL & PRAHALAD (1995) Strategi merupakan tindakan
yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus - menerus, serta
dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para
pelanggakn di masa depan SJAHFRIZAL Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan
berdasarkan analisa terhadap faktor internal dan eksternal ANONIM Strategi
adalah keselarasan strategi dengan kebutuhan dan kemampuan dikaitkan dengan
upaya penguatan kemampuan kepemimpinan (leadership), kewirausahaan
(enterpreneurship) dan pengelolaan (managerialship) WEBSTER'S THIRD NEW
INTERNATIONAL DICTIONARY Strategi adalah ilmu dan seni tentang penggunaan
kekuatan-kekuatan politik, ekonomi, psikologi, dan militer satu bangsa atau
kelompok bangsa-bangsa yang memungkinkan dukungan maksimal kepada kebijakan
yang telah ditetapkan, baik saat damai maupun saat perang
|
|