PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Sistem lama yang perlu diperbaiki
atau diganti disebabkan karena
beberapa hal :
1. Adanya
permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem
yang lama. Permasalahan yang
timbul dapat berupa :
Ketidakberesan
sistem yang lama
Ketidakberesan dalam sistem yang
lama menyebabkan sistem yang
lama tidak dapat beroperasi
sesuai dengan yang diharapkan.
Pertumbuhan
organisasi
Kebutuhan informasi yang semakin
luas, volume pengolahan data
semakin meningkat, perubahan
prinsip akuntansi yang baru
menyebabkan harus disusunnya
sistem yang baru, karena sistem yang
lama tidak efektif lagi dan tidak
dapat memenuhi lagi semua kebutuhan
informasi yang dibutuhkan manajemen.
2. Untuk meraih
kesempatan-kesempatan
Dalam keadaan persaingan pasar
yang ketat, kecepatan informasi atau
efisiensi waktu sangat menentukan
berhasil atau tidaknya strategi dan
pengembangan
Sistem Informasi
PERANCANGAN SISTEM
Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk
menjawab pertanyaan how? Desain
berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada
fase analisis.
Elemen-elemen pengetahuan
yang berhubungan dengan proses desain:
1.
Sumber daya organisasi:
bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan
methods.
2.
Informasi kebutuhan dari
pemakai: informasi yang
diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
3.
Kebutuhan sistem: hasil dari analisis
sistem.
4.
Metode pemrosesan data,
apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.
5.
Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l:
capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce
dan disseminate.
6.
Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd,
dd, decision table dll.
Langkah dasar dalam proses desain:
1.
Mendefinisikan tujuan
sistem (defining system goal),
tidak hanya berdasarkan informasi pemakai, akan tetapi juga berupa telaah dari
abstraksi dan karakteristik keseluruhan kebutuhan informasi sistem.
2.
Membangun sebuah model
konseptual (develop a conceptual
model), berupa gambaran sistem secara keseluruhan yang menggambarkan satuan
fungsional sebagai unit sistem.
3.
Menerapkan kendala2 organisasi (applying
organizational contraints). Menerapkan kendala-kendala sistem untuk memperoleh sistem
yang paling optimal. Elemen organisasi merupakan kendala, sedangkan
fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah: performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability,
flexibility, grouwth potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal
dapat digambarkan sebagai sebuah model yang mengandung: kebutuhan sistem dan
sumber daya organisasi sebagai input; faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi optimal
di atas; dan total nilai yang harus dioptimalkan dari faktor bobot tersebut.
4.
Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data processing activities).
Pendefinisian ini dapat
dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk menentukan hal ini diperlukan proses iteratif sbb:
a.
Mengidentifikasn output terpenting untuk
mendukung/mencapai tujuan sistem (system’s goal)
b.
Me-list field spesifik informasi yang
diperlukan untuk menyediakan output tersebut
c.
Mengidentifikasi input data spesifikik yang
diperlukan untuk membangun field informasi yang diperlukan.
d.
Mendeskripsikan operasi pemrosesan data yang
diterapkan untuk mengolah input menjadi output yang diperlukan.
e.
Mengidentifikasi elemen input yang menjadi
masukan dan bagian yang disimpan selama pemrosesan input menjadi output.
f.
Ulangi langkah a-e terus menerus samapi semua
output yang dibutuhkan diperoleh.
g.
Bangun basis data yang akan mendukung
efektifitas sistem untuk memenuhi kebutuhan sistem, cara pemrosesan data dan
karakteristik data.
h.
Berdasarakan kendala-kendala pembangunan
sistem, prioritas pendukung, estimasi cost pembangunan; kurangi input, output
dan pemrosesan yang ekstrim
i.
Definisikan berbagai titik kontrol untuk
mengatur aktifitas pemrosesan data yang menentukan kualitas umum pemrosesan data.
j.
Selesaikan format input dan output yang
terbaik untuk desain sistem.
5.
Menyiapkan proposal sistem desain.
Proposal ini diperlukan untuk manajemen apakah proses selanjutnya layak untuk
dilanjutkan atau tidak. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam penyusunan proposal
ini adalah:
a.
Menyatakan ulang tentang alasan untuk
mengawali kerja sistem termasuk tujuan/objektif khusus dan yang berhubungan
dengan kebutuhan user dan desain sistem.
b.
Menyiapkan model
yang sederhana akan tetapi menyeluruh sistem yang akan diajukan.
c.
Menampilkan semua sumber daya yang tersedia untuk
mengimplementasikan dan merawat sistem.
d.
Mengidentifikasi asumsi kritis dan masalah yang belum
teratasi yang mungkin berpengaruh terhadap desain sistem akhir.
Sedangkan format dari
proposal desain ini sangat berfariasi akan tetapi mengandung hal-hal di atas.
TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi
– Daur Hidup Pengembangan Sistem.
– Tahap investigasi sistem informasi.
– Tahap analisis sistem informasi.
– Tahap perancangan sistem informasi.
– Tahap pembuatan sistem informasi.
Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi
– Daur Hidup Pengembangan Sistem.
– Tahap investigasi sistem informasi.
– Tahap analisis sistem informasi.
– Tahap perancangan sistem informasi.
– Tahap pembuatan sistem informasi.
ANALISIS SYSTEM
Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidntifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidntifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
PERANCANAAN SISTEM UMUM
Tahap setelah analisis dari Siklus
Hidup Pengembangan Sistem, pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional,
persiapan untuk rancang bangun implementasi, menggambarkan bagaimana suatu
sistem dibentuk, yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan
sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu
kesatuan yang utuh dan berfungsi termasuk menyangkut mengkonfirmasikan
Tujuan Perancangan Sistem
- Untuk memenuhi kebutuhan para
pemakai sistem
- Untuk memberikan gambaran yang
jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli
teknik lainnya yang terlibat
Sasaran Perancangan Sistem
- Harus berguna, mudah dipahami dan
mudah digunakan
- Harus dapat mendukung tujuan utama
perusahaan
- Harus efisien dan efektif untuk
dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan
yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang
tidak dilakukan oleh komputer
- Harus dapat mempersiapkan rancang
bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang
meliputi data dan informasi, simponan data, metode-metode, prosedur-prosedur,
orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern
Dalam fase ini :
• dibentuk alternatif-alternatif
perancangan konseptual untuk pandangan pemakai. Alternatif ini merupakan
perluasan kebutuhan pemakai. Alternatif perancangan konseptual memungkinkan
manajer dan pemakai untuk memilih rancangan terbaik yang cocok untuk kebutuhan
mereka.
pada fase ini analis sistem mulai
merancang proses dengan mengidentifikasikan laporan-laporan dan output yang
akan dihasilkan oleh sistem yang diusulkan. Data masing-masing laporan
ditentukan. Biasanya, perancang sistem membuat sketsa form atau tampilan yang
mereka harapkan bila sistem telah selesai dibentuk. Sketsa ini dilakukan pada
kertas atau pada tampilan komputer.
Jadi, perancangan sistem secara umum
berarti untuk menerangkan secara luas bagaimana setiap komponen perancangan
sistem tentang output, input, proses, kendali, database dan teknologi akan
dirancang. Perancangan sistem ini juga menerangkan data yang akan dimasukkan,
dihitung atau disimpan. Perancang sistem memilih struktur file dan alat
penyimpanan seperti disket, pita magnetik, disk magnetik atau bahkan file-file
dokumen. Prosedur-prosedur yang ditulis menjelaskan bagaimana data diproses
untuk menghasilkan output.
Fase Evaluasi dan Seleksi Sistem
Akhir fase perancangan sistem secara umum
menyediakan point utama untuk keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase
evaluasi dan seleksi sistem ini nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari
laporan dengan proyek system dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam
laporan evaluasi dan seleksi sistem.
Jika
tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase
perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua altenatif
akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat dibenarkan,
dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan akhir. Bila
satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan rekomendasi
untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan detailnya.
Fase Perancangan Sistem secara Detail/Fungsional
Fase perancangan sistem secara detail menyediakan
spesifikasi untuk perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen
dirancang dan dijelaskan secara detail. Perencanaan output (layout) dirancang
untuk semua layar, form-form tertentu dan laporan-laporan yang dicetak. Semua
output direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Semua input
ditentukan dan format input baik untuk layar dan form-form biasa direview dan
disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Berdasarkan perancangan output dan
input, proses-proses dirancang untuk mengubah input menjadi output.
Transaksi-transaksi dicatat dan dimasukkan
secara
online atau batch. Macam-macam model dikembangkan untuk mengubah
data menjadi informasi. Prosedur ditulis untuk membimbing pemakai dan pesonel
operasi agar dapat bekerja dengan sistem yang sedang dikembangkan.
Database
dirancang untuk menyimpan dan mengakses data. Kendali-kendali yang dibutuhkan
untuk melindungi sistem baru dari macam-macam ancaman dan error ditentukan. Pada beberapa proyek
sistem, teknologi baru dan berbeda dibutuhkan untuk merancang kemampuan
tambahan macam-macam komputer, peralatan dan jaringan telekomunikasi. Pada
akhir fase ini, laporan rancangan sistem secara detail dihasilkan. Laporan ini
mungkin berisi beribu-ribu dokumen dengan semua spesifikasi untuk masing-masing
rancangan sistem yang terintegrasi menjadi satu
kesatuan.
Laporan ini dapat juga dijadikan sebagai buku pedoman yang lengkap untuk
merancang, membuat kode dan menguji sistem; instalasi peralatan; pelatihan; dan
tugas-tugas implementasi lainnya. Meskipun sejumlah orang telah me-review dan
menyetujui setiap komponen rancangan sistem, review terhadap rancangan sistem
secara detail harus dilakukan kembali secara menyeluruh dan lengkap oleh
pemakai sistem dan personel manajemen, sedangkan profesional sistem mungkin
tidak terlibat dalam kegiatan ini.
Tujuan
dilakukannya review secara menyeluruh ini adalah untuk menemukan error dan
kekurangan rancangan sebelum implementasi dimulai. Jika error dan kekurangan
atau sesuatu yang hilang ditemukan sebelum implementasi sistem, sumber daya
yang bernilai dapat diselamatkan dan kesalahan yang tidak diinginkan terhindari.
Setelah semua review secara menyeluruh selesai dilaksanakan,
perubahan-perubahan dibuat dan pemakai dan manajer sistem
menandatangani
laporan perancangan secara detail.
Alat-alat Perancangan
Alat-alat
perancangan menolong profesional sistem untuk membentuk struktur sistem yang
akan memenuhi kebutuhan pemakai selama aktivitas analisis. Alat-alat
perancangan sistem yang digunakan adalah :
- Spesifikasi
proses untuk menjelaskan bagaimana data ditransformasikan
menjadi informasi, seperti Pseudocode, Structure english, dan Tabel keputusan.
- Hierachy
Plus Input, Process, Output (HIPO) untuk merepresentasikan
hirarki modul-modul program tidak termasuk dokumentasi interface antar modul.
- Structure
chart untuk merepresentasikan hirarki modul-modul program
termasuk dokumentasi interface antar modul.
- Diagram
Warnier-Orr (W/O) untuk merepresentasikan struktur program
dari gambaran umum sampai detail.
- Diagram
Jackson untuk merepresentasikan struktur program.
FASE IMPLEMENTASI SISTEM DAN PEMELIHARAAN SISTEM
Pada fase ini :
•
sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.
•
Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem
baru.
•
laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu
- rencana implementasi dalam bentuk Gantt
Chart atau Program and Evaluation Review Technique (PERT) Chart dan
- penjadwalan
proyek dan teknik manajemen. Bagian kedua adalah laporan yang menerangkan tugas
penting untuk melaksanakan implementasi sistem, seperti :
−
pengembangan perangkat lunak
−
Persiapan lokasi peletakkan sistem
−
Instalasi peralatan yang digunakan
−
Pengujian Sistem
−
Pelatihan untuk para pemakai sistem
−
Persiapan dokumentasi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar